• Home  / 
  • Health
  •  /  Panduan olahraga untuk orang-orang dengan kemampuan gerak terbatas

Panduan olahraga untuk orang-orang dengan kemampuan gerak terbatas

Viola J Wolfson
By Viola J Wolfson / January 7, 2019

Mulai dengan lambat dan secara bertahap tingkatkan tingkat aktivitas Anda. Mulailah dengan aktivitas yang Anda nikmati, lakukan dengan kecepatan Anda sendiri, dan jaga agar tujuan Anda dapat dikelola penyandang disabilitas. Bahkan meskipun jika anda adalah seorang penyandang disabilitas, mencapai tujuan kebugaran terkecil pun akan membantu Anda mendapatkan kepercayaan diri dan membuat Anda tetap termotivasi.

Jadikan olahraga bagian dari kehidupan sehari-hari Anda. Rencanakan untuk berolahraga pada waktu yang sama setiap hari dan menggabungkan berbagai latihan untuk membuat Anda tidak bosan.

Tetap dengan itu. Dibutuhkan sekitar satu bulan untuk aktivitas baru untuk menjadi kebiasaan. Tuliskan alasan Anda untuk berolahraga dan daftar tujuan dan tempelkan di suatu tempat agar Anda tetap termotivasi. Fokus pada tujuan jangka pendek, seperti meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres, daripada tujuan seperti penurunan berat badan, yang bisa memakan waktu lebih lama untuk dicapai. Lebih mudah untuk tetap termotivasi jika Anda menikmati apa yang Anda lakukan, jadi temukan cara untuk membuat olahraga menjadi menyenangkan. Dengarkan musik atau tonton acara TV saat Anda berolahraga, atau berolahraga bersama teman.

Harapkan naik turun. Jangan berkecil hati jika Anda melewati beberapa hari atau bahkan beberapa minggu. Itu terjadi. Mulailah lagi dan perlahan-lahan bangun momentum lama Anda.

Tetap aman saat berolahraga

Berhentilah berolahraga jika Anda mengalami rasa sakit, ketidaknyamanan, mual, pusing, pusing, nyeri dada, detak jantung tidak teratur, sesak napas, atau tangan berkeringat. Mendengarkan tubuh Anda adalah cara terbaik untuk menghindari cedera. Jika Anda terus menerus mengalami rasa sakit setelah 15 menit berolahraga, misalnya, batasi latihan Anda hingga 5 atau 10 menit dan alih-alih berolahraga lebih sering.

Hindari aktivitas yang melibatkan bagian tubuh yang terluka. Jika Anda memiliki cedera tubuh bagian atas, latih tubuh bagian bawah Anda saat cedera sembuh, dan sebaliknya. Ketika berolahraga setelah cedera telah sembuh, mulailah kembali perlahan, dengan menggunakan bobot yang lebih ringan dan sedikit resistensi

Lakukan pemanasan, peregangan, dan pendinginan. Lakukan pemanasan dengan beberapa menit aktivitas ringan seperti berjalan, mengayunkan lengan, dan memutar bahu, diikuti dengan sedikit peregangan ringan (hindari peregangan dalam saat otot Anda kedinginan). Setelah rutin berolahraga, apakah itu kardiovaskular, latihan kekuatan, atau olahraga fleksibel, dinginkan dengan beberapa menit aktivitas ringan dan peregangan yang lebih dalam.

Minum banyak air. Tubuh Anda berkinerja terbaik saat terhidrasi dengan baik.

Kenakan pakaian yang sesuai, seperti alas kaki yang mendukung dan pakaian yang nyaman yang tidak akan membatasi pergerakan Anda.

About the author

Viola J Wolfson